
WAINGAPU — Sebanyak 945 remaja di Kabupaten Sumba Timur mengikuti Lokakarya Pendidikan Seks Komprehensif bagi Remaja yang dilaksanakan Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia.
Kegiatan berlangsung pada 3, 4, 5, dan 8 September 2026. Pelaksanaan lokakarya dilakukan bersama pihak sekolah dan Puskesmas setempat di empat sekolah target, yakni SMPN 1 Waingai, SMPN 1 Nggaha Oriangu, SMPN 2 Nggaha Oriangu, dan SMAN 1 Nggaha Oriangu.
Lokakarya ini menjadi ruang belajar bagi remaja untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan masa pertumbuhan mereka. Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi, pendidikan seks, perubahan pada masa remaja, hubungan yang sehat, perlindungan diri, serta pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain.


Remaja Belajar Memahami Perubahan Diri
Masa remaja merupakan periode ketika seseorang mengalami banyak perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga menyangkut emosi, hubungan sosial, dan cara mengambil keputusan.
Karena itu, pengetahuan yang tepat menjadi penting. Melalui pendidikan seks komprehensif, remaja diajak memahami perubahan dalam dirinya dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab.
Selama lokakarya, peserta terlihat antusias mengikuti proses pembelajaran. Mereka aktif dalam diskusi, menyampaikan pendapat, serta mengajukan pertanyaan terkait berbagai situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pembelajaran yang interaktif membuat peserta lebih leluasa untuk berdiskusi. Hal ini juga membantu remaja memahami bahwa menjaga diri dan menghargai orang lain merupakan bagian penting dari membangun hubungan yang sehat.
Bekal untuk Melindungi Diri
Salah satu peserta, Frenly, siswa laki-laki kelas XII di SMA Negeri 1 Nggaha Oriangu, mengatakan lokakarya tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.

Menurut Frenly, materi yang disampaikan membantunya memahami perubahan seksual yang terjadi pada masa remaja. Ia juga memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi.
“Lokakarya ini sangat bermanfaat karena membantu saya memahami perubahan seksual pada masa remaja, meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta membangun kemampuan untuk melindungi diri, bertanggung jawab, dan mengambil keputusan yang tepat,” ungkapnya.
Frenly berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Menurutnya, pendidikan seperti ini penting karena memberikan bekal pengetahuan yang dapat digunakan remaja dalam menghadapi berbagai situasi.



Mendorong Keputusan yang Bertanggung Jawab
Pendidikan seks komprehensif tidak hanya berbicara mengenai perubahan fisik dan kesehatan reproduksi. Remaja juga perlu memahami cara membangun hubungan yang sehat, menjaga batas diri, menghormati orang lain, serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan.
Melalui lokakarya ini, SID dan ChildFund International di Indonesia mendorong remaja untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu mereka melindungi diri.



Keterlibatan sekolah dan Puskesmas juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut membantu menciptakan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan remaja dan lingkungan mereka.
Dalam lokakarya tersebut SID bekerjasama dengan puskesmas terdekat melakukan Skrining anemia, Penjaringan antropomentri, skrining kebugaran dan pemberian Tablet tambah darah kepada remaja putri.
Secara keseluruhan, lokakarya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pendidikan seks komprehensif, kesehatan reproduksi, perlindungan diri, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, remaja diharapkan mampu memahami perubahan dirinya, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta mengambil keputusan secara lebih bijak dalam menjalani masa remaja.