
Kegiatan Lokakarya Penguatan Peran Orangtua dalam Mendukung Kesehatan Remaja dilaksanakan pada tanggal 19–21 Agustus 2026 di tiga sekolah target, yaitu SMPN 1 Nggaha Oriangu, SMPN 2 Nggaha Oriangu, dan SMPN 1 Waingai.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sumba Integrated Development (SID) dan ChildFund Internasional di Indonesia bekerja sama dengan pihak sekolah dan Puskesmas. Lokakarya melibatkan sebanyak 201 orangtua dari ketiga sekolah target.
Materi yang disampaikan dalam lokakarya meliputi kesehatan reproduksi remaja, gizi remaja, dan kesehatan mental remaja. Materi kesehatan reproduksi dan gizi disampaikan oleh narasumber dari Puskesmas Nggaha Oriaangu dan Puskesmas Pambotandjara, sedangkan materi kesehatan mental disampaikan oleh orang muda.
Melalui diskusi bersama orangtua, ditemukan berbagai persoalan yang dihadapi oleh remaja di sekolah. Dalam aspek kesehatan reproduksi, orangtua menyadari pentingnya memberikan informasi dan pendampingan kepada remaja agar mereka mampu menjaga kesehatan diri dan mengambil keputusan yang tepat.

Dalam aspek gizi remaja, ditemukan bahwa masih ada remaja yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Sebagian remaja lebih memilih membeli makanan jajanan dibandingkan mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan di rumah. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian orangtua terhadap pola makan dan kebutuhan gizi anak.
Sementara itu, dalam aspek kesehatan mental, ditemukan beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan dan proses belajar remaja. Di antaranya adalah penggunaan telepon genggam hingga larut malam yang menyebabkan waktu tidur berkurang dan konsentrasi belajar menjadi tidak optimal. Selain itu, terdapat remaja yang mulai merokok serta sering berkumpul atau nongkrong bersama teman hingga larut malam.

Hasil diskusi tersebut menunjukkan bahwa peran orangtua sangat penting dalam mendampingi remaja, baik dalam menjaga kesehatan reproduksi, memenuhi kebutuhan gizi, maupun menjaga kesehatan mental. Orangtua diharapkan dapat membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan perhatian, menetapkan batasan yang sehat, serta mendampingi anak dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa remaja.
Kegiatan lokakarya juga menjadi kesempatan bagi orangtua untuk menyadari bahwa pendampingan terhadap remaja tidak hanya berupa memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendengarkan, memahami, memberikan contoh yang baik, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk bercerita dan menyampaikan masalah yang dihadapinya.

Secara keseluruhan, lokakarya memberikan ruang bagi orangtua, sekolah, Puskesmas, dan SID untuk bersama-sama memahami persoalan remaja dan mencari langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung remaja agar tumbuh sehat, percaya diri, dan mampu menghadapi masa remajanya dengan baik.