Sumba Integrated Development

October 7, 2026

SID Gelar Seminar Parenting untuk Orang Tua Anak Usia Dini di Sumba Timur

Sumba Timur — Pengasuhan yang tepat berperan penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada usia 0–5 tahun. Pada masa ini, anak membutuhkan kasih sayang, perlindungan, stimulasi, dan pendampingan yang sesuai. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia mengadakan Seminar Parenting bagi Orang Tua dan Pengasuh Anak Usia 0–5 Tahun. Kegiatan ini berlangsung pada 21–25 September 2026 di enam desa dampingan SID di Sumba Timur. Sebanyak 213 orang mengikuti rangkaian kegiatan ini. Seminar difasilitasi oleh Rita Loru Koba melalui penyampaian materi, diskusi, dan berbagi pengalaman tentang pengasuhan anak dalam kehidupan sehari-hari. Memahami Kebutuhan Anak Usia Dini Seminar Parenting membahas enam topik utama. Materi tersebut meliputi arti pengasuhan, pembagian peran orang tua, tujuan pengasuhan jangka pendek dan jangka panjang, bermain pada anak usia dini, perkembangan otak, serta ciri-ciri umum anak usia dini. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya. Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Anak juga membutuhkan perhatian, komunikasi, perlindungan, dan stimulasi yang mendukung perkembangan mereka. Selain itu, peserta belajar mengenali perilaku anak usia dini. Anak yang aktif bergerak, banyak bertanya, mudah berpindah perhatian, atau ingin mencoba sendiri membutuhkan pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Mendorong Kerja Sama Ayah dan Ibu Pembagian peran orang tua menjadi salah satu topik penting dalam seminar. Dalam diskusi, peserta merefleksikan bahwa tugas pengasuhan masih lebih banyak dilakukan oleh ibu. Sementara itu, ayah sering berfokus pada pekerjaan di luar rumah. Karena itu, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Ayah dapat terlibat melalui berbagai kegiatan sederhana. Misalnya, menemani anak bermain, berbicara bersama, makan bersama, dan membantu memenuhi kebutuhan anak. Dengan keterlibatan kedua orang tua, anak dapat memperoleh perhatian dan pendampingan yang lebih baik. Hubungan yang positif dalam keluarga juga membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Bermain sebagai Bagian dari Proses Belajar Materi bermain mendapat perhatian positif dari peserta. Mereka belajar bahwa bermain bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Sebaliknya, bermain merupakan bagian penting dari proses belajar dan stimulasi anak. Menariknya, kegiatan bermain tidak harus menggunakan mainan yang mahal. Orang tua dapat memanfaatkan benda-benda sederhana dan lingkungan sekitar sebagai media belajar. Melalui permainan, anak dapat mengembangkan kemampuan bahasa, motorik, kreativitas, dan keterampilan sosial. Selain itu, bermain bersama juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak. Membangun Pengasuhan yang Lebih Responsif Selama kegiatan berlangsung, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan pengasuhan di rumah. Pada awalnya, sebagian peserta masih cenderung pasif. Namun, diskusi menjadi lebih aktif ketika fasilitator memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui proses tersebut, peserta mulai melihat perilaku anak dari sudut pandang perkembangan. Perilaku yang sebelumnya dianggap sebagai kenakalan dapat menjadi bagian dari proses anak belajar dan mengenal lingkungannya. Oleh sebab itu, orang tua perlu lebih sabar dalam merespons perilaku anak. Mereka juga perlu mendengarkan, memberikan perhatian, dan menyampaikan aturan dengan cara yang sesuai usia. Memperkuat Pendampingan bagi Keluarga Seminar Parenting ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi orang tua dan pengasuh di enam desa dampingan SID. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran tentang pentingnya pengasuhan yang positif, aman, dan responsif. Ke depan, penguatan pengasuhan perlu dilanjutkan melalui kegiatan parenting, pendampingan, dan praktik langsung di tingkat desa. Keterlibatan ayah juga perlu ditingkatkan agar tanggung jawab pengasuhan dapat dijalankan bersama. Selain itu, kerja sama dengan kader, Posyandu, PAUD, pemerintah desa, gereja, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, SID bersama ChildFund International di Indonesia berharap semakin banyak keluarga mampu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

SID Gelar Seminar Parenting untuk Orang Tua Anak Usia Dini di Sumba Timur Read More »

Kelas Ayah di Sumba Timur Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Sumba Timur — Ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia mengadakan Sarasehan Pengasuhan Kelas Ayah pada 21–25 September 2026. Kegiatan ini menyasar orang tua anak usia 0–5 tahun di sejumlah desa di Sumba Timur. Sebanyak 148 peserta laki-laki mengikuti kegiatan ini. Sarasehan berlangsung di Desa Pambotandjara, Ndapanyami, Tadulajangga, Mbinudita, Mbatakapidu, dan Pahomba. Antonius Seingo Lero memfasilitasi kegiatan melalui diskusi dan tanya jawab. Mendorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Selama ini, pengasuhan anak masih sering dianggap sebagai tanggung jawab utama ibu. Sementara itu, ayah lebih banyak berfokus pada pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Melalui Kelas Ayah, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah. Mereka juga perlu memberikan kasih sayang, perlindungan, perhatian, dan pendampingan kepada anak. Materi sarasehan mencakup hak anak, komunikasi dalam keluarga, disiplin positif, kegiatan bermain bersama, serta pengelolaan emosi orang tua. Selain itu, peserta diajak mengenali hambatan yang membuat ayah kurang terlibat dalam pengasuhan. Belajar dari Pengalaman Sehari-hari Diskusi berlangsung dengan mengangkat pengalaman peserta di rumah. Salah satu tantangan yang banyak dibahas ialah keterbatasan waktu akibat pekerjaan. Tekanan ekonomi dan tuntutan sosial budaya juga menjadi hambatan bagi sebagian ayah. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak melihat kembali cara mereka berkomunikasi dengan anak. Mereka juga belajar mengenali situasi yang dapat memicu kemarahan saat menghadapi perilaku anak. Selain itu, fasilitator menekankan pentingnya disiplin positif. Orang tua tetap perlu memberikan aturan yang jelas. Namun, mereka dapat menerapkannya tanpa kekerasan, ancaman, atau perkataan yang merendahkan anak. Peserta juga memahami bahwa bermain bersama tidak harus menggunakan mainan mahal. Sebaliknya, perhatian dan keterlibatan ayah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Komitmen Meluangkan Waktu untuk Anak Salah satu hasil penting dari sarasehan ini ialah komitmen peserta untuk meluangkan waktu 10–20 menit setiap hari bersama anak. Mereka juga terdorong untuk lebih sabar, mendengarkan anak, serta mengelola emosi sebelum memberikan respons. Perubahan tersebut dapat dimulai dari kegiatan sederhana. Misalnya, ayah dapat berbicara dengan anak, mendengarkan ceritanya, makan bersama, atau bermain setelah bekerja. Dengan langkah sederhana ini, ayah dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Anak pun memiliki kesempatan untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan mereka. Melanjutkan Kelas Ayah di Tingkat Desa Agar manfaat kegiatan terus berlanjut, Kelas Ayah perlu dilaksanakan secara berkala. Pertemuan rutin di desa dan Posyandu dapat menjadi ruang bagi para ayah untuk belajar serta berbagi pengalaman. Selain itu, dukungan pemerintah desa, kader, dan tokoh masyarakat sangat diperlukan. Mereka dapat membantu menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Melalui Kelas Ayah, SID dan ChildFund International di Indonesia mendorong pengasuhan yang lebih positif di dalam keluarga. Harapannya, semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendampingan bagi anak sejak usia dini.  

Kelas Ayah di Sumba Timur Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Read More »