Sumba Integrated Development

Kelas Ayah di Sumba Timur Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Sumba Timur — Ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia mengadakan Sarasehan Pengasuhan Kelas Ayah pada 21–25 September 2026. Kegiatan ini menyasar orang tua anak usia 0–5 tahun di sejumlah desa di Sumba Timur.

Sebanyak 148 peserta laki-laki mengikuti kegiatan ini. Sarasehan berlangsung di Desa Pambotandjara, Ndapanyami, Tadulajangga, Mbinudita, Mbatakapidu, dan Pahomba. Antonius Seingo Lero memfasilitasi kegiatan melalui diskusi dan tanya jawab.

Mendorong Peran Ayah dalam Pengasuhan

Selama ini, pengasuhan anak masih sering dianggap sebagai tanggung jawab utama ibu. Sementara itu, ayah lebih banyak berfokus pada pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.

Melalui Kelas Ayah, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah. Mereka juga perlu memberikan kasih sayang, perlindungan, perhatian, dan pendampingan kepada anak.

Materi sarasehan mencakup hak anak, komunikasi dalam keluarga, disiplin positif, kegiatan bermain bersama, serta pengelolaan emosi orang tua. Selain itu, peserta diajak mengenali hambatan yang membuat ayah kurang terlibat dalam pengasuhan.

Belajar dari Pengalaman Sehari-hari

Diskusi berlangsung dengan mengangkat pengalaman peserta di rumah. Salah satu tantangan yang banyak dibahas ialah keterbatasan waktu akibat pekerjaan. Tekanan ekonomi dan tuntutan sosial budaya juga menjadi hambatan bagi sebagian ayah.

Melalui diskusi tersebut, peserta diajak melihat kembali cara mereka berkomunikasi dengan anak. Mereka juga belajar mengenali situasi yang dapat memicu kemarahan saat menghadapi perilaku anak.

Selain itu, fasilitator menekankan pentingnya disiplin positif. Orang tua tetap perlu memberikan aturan yang jelas. Namun, mereka dapat menerapkannya tanpa kekerasan, ancaman, atau perkataan yang merendahkan anak.

Peserta juga memahami bahwa bermain bersama tidak harus menggunakan mainan mahal. Sebaliknya, perhatian dan keterlibatan ayah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Komitmen Meluangkan Waktu untuk Anak

Salah satu hasil penting dari sarasehan ini ialah komitmen peserta untuk meluangkan waktu 10–20 menit setiap hari bersama anak. Mereka juga terdorong untuk lebih sabar, mendengarkan anak, serta mengelola emosi sebelum memberikan respons.

Perubahan tersebut dapat dimulai dari kegiatan sederhana. Misalnya, ayah dapat berbicara dengan anak, mendengarkan ceritanya, makan bersama, atau bermain setelah bekerja.

Dengan langkah sederhana ini, ayah dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Anak pun memiliki kesempatan untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan mereka.

Melanjutkan Kelas Ayah di Tingkat Desa

Agar manfaat kegiatan terus berlanjut, Kelas Ayah perlu dilaksanakan secara berkala. Pertemuan rutin di desa dan Posyandu dapat menjadi ruang bagi para ayah untuk belajar serta berbagi pengalaman.

Selain itu, dukungan pemerintah desa, kader, dan tokoh masyarakat sangat diperlukan. Mereka dapat membantu menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Melalui Kelas Ayah, SID dan ChildFund International di Indonesia mendorong pengasuhan yang lebih positif di dalam keluarga. Harapannya, semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendampingan bagi anak sejak usia dini.