Sumba Integrated Development

SID Gelar Seminar Parenting untuk Orang Tua Anak Usia Dini di Sumba Timur

Sumba Timur — Pengasuhan yang tepat berperan penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada usia 0–5 tahun. Pada masa ini, anak membutuhkan kasih sayang, perlindungan, stimulasi, dan pendampingan yang sesuai.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia mengadakan Seminar Parenting bagi Orang Tua dan Pengasuh Anak Usia 0–5 Tahun. Kegiatan ini berlangsung pada 21–25 September 2026 di enam desa dampingan SID di Sumba Timur.

Sebanyak 213 orang mengikuti rangkaian kegiatan ini. Seminar difasilitasi oleh Rita Loru Koba melalui penyampaian materi, diskusi, dan berbagi pengalaman tentang pengasuhan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami Kebutuhan Anak Usia Dini

Seminar Parenting membahas enam topik utama. Materi tersebut meliputi arti pengasuhan, pembagian peran orang tua, tujuan pengasuhan jangka pendek dan jangka panjang, bermain pada anak usia dini, perkembangan otak, serta ciri-ciri umum anak usia dini.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya. Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Anak juga membutuhkan perhatian, komunikasi, perlindungan, dan stimulasi yang mendukung perkembangan mereka.

Selain itu, peserta belajar mengenali perilaku anak usia dini. Anak yang aktif bergerak, banyak bertanya, mudah berpindah perhatian, atau ingin mencoba sendiri membutuhkan pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Mendorong Kerja Sama Ayah dan Ibu

Pembagian peran orang tua menjadi salah satu topik penting dalam seminar. Dalam diskusi, peserta merefleksikan bahwa tugas pengasuhan masih lebih banyak dilakukan oleh ibu. Sementara itu, ayah sering berfokus pada pekerjaan di luar rumah.

Karena itu, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Ayah dapat terlibat melalui berbagai kegiatan sederhana. Misalnya, menemani anak bermain, berbicara bersama, makan bersama, dan membantu memenuhi kebutuhan anak.

Dengan keterlibatan kedua orang tua, anak dapat memperoleh perhatian dan pendampingan yang lebih baik. Hubungan yang positif dalam keluarga juga membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Bermain sebagai Bagian dari Proses Belajar

Materi bermain mendapat perhatian positif dari peserta. Mereka belajar bahwa bermain bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Sebaliknya, bermain merupakan bagian penting dari proses belajar dan stimulasi anak.

Menariknya, kegiatan bermain tidak harus menggunakan mainan yang mahal. Orang tua dapat memanfaatkan benda-benda sederhana dan lingkungan sekitar sebagai media belajar.

Melalui permainan, anak dapat mengembangkan kemampuan bahasa, motorik, kreativitas, dan keterampilan sosial. Selain itu, bermain bersama juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak.

Membangun Pengasuhan yang Lebih Responsif

Selama kegiatan berlangsung, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan pengasuhan di rumah. Pada awalnya, sebagian peserta masih cenderung pasif. Namun, diskusi menjadi lebih aktif ketika fasilitator memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui proses tersebut, peserta mulai melihat perilaku anak dari sudut pandang perkembangan. Perilaku yang sebelumnya dianggap sebagai kenakalan dapat menjadi bagian dari proses anak belajar dan mengenal lingkungannya.

Oleh sebab itu, orang tua perlu lebih sabar dalam merespons perilaku anak. Mereka juga perlu mendengarkan, memberikan perhatian, dan menyampaikan aturan dengan cara yang sesuai usia.

Memperkuat Pendampingan bagi Keluarga

Seminar Parenting ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi orang tua dan pengasuh di enam desa dampingan SID. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran tentang pentingnya pengasuhan yang positif, aman, dan responsif.

Ke depan, penguatan pengasuhan perlu dilanjutkan melalui kegiatan parenting, pendampingan, dan praktik langsung di tingkat desa. Keterlibatan ayah juga perlu ditingkatkan agar tanggung jawab pengasuhan dapat dijalankan bersama.

Selain itu, kerja sama dengan kader, Posyandu, PAUD, pemerintah desa, gereja, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, SID bersama ChildFund International di Indonesia berharap semakin banyak keluarga mampu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.