
Setelah hampir 20 tahun mendampingi masyarakat di Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Sumba Integrated Development (SID) bersama ChildFund International di Indonesia resmi mengakhiri pendampingan program di tujuh desa dampingan.
Momen tersebut ditandai melalui kegiatan bertajuk “Merayakan Dampak, Menginspirasi Masa Depan” yang diselenggarakan pada 13 Mei 2026 di Aula Kantor Kecamatan Nggaha Ori Angu. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama masyarakat, pemerintah desa, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sebanyak 165 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk perwakilan pemerintah, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, dan anak-anak dari desa dampingan.
Dampak Pendampingan Selama Dua Dekade

Selama hampir dua dekade, SID dan ChildFund Indonesia menjalankan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup anak dan keluarga. Program-program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, penguatan ekonomi keluarga, pelestarian lingkungan, serta pengembangan kapasitas kelembagaan desa.
Berbagai perubahan positif telah terlihat di masyarakat. Akses terhadap layanan dasar semakin baik, kesadaran akan pentingnya perlindungan anak meningkat, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa semakin kuat.
Direktur Eksekutif SID, Anto Kila, mengatakan bahwa perubahan yang terjadi merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Banyak capaian yang dapat kita lihat hari ini. Semua ini lahir dari kerja sama, komitmen, dan semangat masyarakat untuk terus berkembang,” ujarnya.
Investasi untuk Masa Depan Anak

Salah satu fokus utama pendampingan adalah memastikan anak-anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui berbagai program yang dijalankan, anak-anak memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan, pengembangan keterampilan hidup, serta ruang untuk berpartisipasi dalam lingkungan sosial mereka.
Menurut Anto Kila, banyak anak yang pernah menjadi peserta program kini telah berhasil meniti karier di berbagai bidang.
“Anak-anak yang dulu mengikuti program kini ada yang menjadi ASN, guru, anggota TNI, pegawai swasta, hingga wirausahawan. Ini menunjukkan bahwa investasi pada anak akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya melanjutkan upaya perlindungan anak di tingkat desa agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mereka.
Pembelajaran dan Komitmen Bersama

Selain seremoni penutupan, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi dan talk show tentang penguatan Desa Layak Anak dan perlindungan anak berbasis masyarakat.
Para narasumber berbagi pengalaman mengenai penguatan layanan PAUD, pendidikan kecakapan hidup, literasi keuangan, serta peran Forum Anak dalam mendukung pembangunan sosial di desa.
Kepala SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu, Sri Martini Thomas, menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan yang diperkenalkan melalui pendampingan telah menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Merdeka Belajar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Sementara itu, Camat Nggaha Ori Angu, John Umbu Nggaba Tay, mengapresiasi kontribusi SID dan ChildFund Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Tamu Ama. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak dan mengembangkan praktik-praktik baik yang telah dihasilkan melalui program pendampingan.
Merayakan Dampak, Menginspirasi Masa Depan

Suasana selebrasi semakin meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya lokal. Anak-anak dan masyarakat menampilkan tarian tradisional, syair adat luluku, serta pembacaan puisi yang menggambarkan perjalanan dan harapan mereka untuk masa depan.
Bagi masyarakat Nggaha Ori Angu, kegiatan ini bukan sekadar penutupan program. Momentum ini menjadi perayaan atas berbagai perubahan yang telah dicapai bersama selama hampir 20 tahun.
Berakhirnya pendampingan tidak berarti berakhirnya upaya pembangunan masyarakat dan perlindungan anak. Fondasi yang telah dibangun melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah, SID, dan ChildFund Indonesia diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi-generasi berikutnya di Sumba Timur.