Sumba Integrated Development

Berita

Festival PAUD HI Kabupaten Sumba Barat Daya

SID bekerjasama dengan WLF dan Adaro Foundation memfasilitasi Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten Sumba Barat Daya menyelenggarakan kegiatan kampanye PAUD HI dalam bentuk festival yang diikuti oleh kurang lebih 500 orang. Dalam festival tersebut terdapat berbagai kegiatan seperti outbound anak PAUD, lomba mewarnai, pameran alat permainan edukatif yang dibuat dari bahan lokal dan daur ulang. Juga ditampilkan program-program terkait pengembangan anak usia dini dari instansi terkait sesuai bidang layanan. Pada acara puncak kampanye dimeriahkan dengan pentas seni anak, penyerahan cinderamata, serta sambutan-sambutan dari para pemangku kepentingan yang berisi pernyataan dukungan terhadap penyelenggaraan PAUD HI, termasuk di dalamnya penyerahan Akta Kelahiran untuk 2.800an anak oleh Pemerintah Kabupaten kepada 13 Kepala Desa.       Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati SBD beserta pimpinan OPD, Dandim 1629, Pengurus Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten dam desa, Perwakilan WLF, Team SID, dan stakeholder lainnya terutama anak-anak usia dini utusan dari desa-desa dampingan SID. Program Pengembangan anak Usia Dini Holistik Integratif bertujuan untuk meningkatkan akses layanan PAUD HI yang berkualitas dan berkelanjutan pada anak usia 0-6 tahun di 13 Desa dampingan yang tersebar di 3 Kecamatan, di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif menjelaskan bahwa, Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Sementar itu, layanan stimulasi holistic mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait, baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang tua. Untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini, diperlukan upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, dan menyeluruh.

Festival PAUD HI Kabupaten Sumba Barat Daya Read More »

Kelompok Wirausaha Karang Taruna Desa Belajar Strategi Pemasaran Usaha

SID menyelenggarakan pelatihan Wirausaha lanjutan bagi 25 anggota Karang Taruna dari enam Desa dampingan di Sumba Timur. Selama dua hari mereka belajar tentang strategi pemasaran (Product, Price, Promotion & Place), pembukuan usaha, dan perizinan usaha. Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di desa Praihaboli, kecamatan Nggaha Ori Angu, dirancang khusus untuk memperkuat kelompok usaha orang muda yang sementara berjalan dan baru akan mulai dirintis. SID sementara melakukan program Advokasi kepada pemerintah desa agar memberikan ruang yang lebih luas kepada anak muda. Sebagaimana telah diamanatkan dalam UU Desa untuk terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran desa, pelaksanaan dan pemantauan. Capacity building diberikan juga kepada anak muda di desa-desa agar mereka mau dan mampu untuk berkarya di desa, mengakses potensi desa dan menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dikemas secara efektif sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha yang sedang dan akan dikembangkan. Program ini didukung oleh ChilFund International di Indonesia.

Kelompok Wirausaha Karang Taruna Desa Belajar Strategi Pemasaran Usaha Read More »

Pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI Bagi Guru PAUD

SID memfasilitasi pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI bagi 27 perwakilan Guru PAUD dari 13 Desa di Kabupaten Sumba Barat Daya. Pelatihan tersebut dipandu oleh empat orang Anggota Gugus Tugas PAUDHI “Mata Rammu” dari unsur Staff Dinas Pendidikan yang sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer (TOT) yang juga diselenggarakan oleh SID. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun kapasitas para guru PAUD agar mampu menerapkan proses pembalajaran di PAUD sesuai dengan standart Kurikulum 2013 yang terintegrasi. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat program Pengembangan anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) yang sementara digencarkan oleh Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas PAUDHI “Mata Rammu” SBD. Pelatihan Kurikulum 2013 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan, ia mengatakan bahwa 28 PAUD yg menjadi model PAUDHI untuk kabupaten SBD diharapkan akan menjadi pusat belajar bagi PAUD lainnya, sehingga PAUDHI tidak hanya ada di 13 desa tetapi juga akan dikembangkan di desa-desa lainnya agar tercapai salah satu tujuan dari program Pemerintah Daerah “Tujuh jembatan emas” yaitu desa pintar. Kegiatan pelatihan ini sendiri terselenggara atas kerjasama SID dengan WLF dan yayasan Adaro Bangun Negeri. Generasi Emas SBD harus dibentuk sejak usia dini, karena pada usia itulah pondasi SDM dipersiapkan dan dikokohkan.

Pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI Bagi Guru PAUD Read More »

Yuk, Asuh Anak Dengan Benar!

“Waktu belum ikut pelatihan ini, kita, kader buat seperti biasa saja, apalagi tentang pola asuh kami tidak tahu memang.” Demikian ungkapan mama Margareta Bela Kaba, kader Posyandu Lolo laghe, desa Weerena, Sumba Barat Daya. Pemenuhan kebutuhan pengasuhan yang baik sebagai salah satu layanan esensial bagi anak usia dini di kabupaten SBD memang masih menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah daerah setempat. Permasalahan balita stunting yang cukup tinggi di SBD merupakan akibat dari belum terpenuhinya layanan esensial secara optimal termasuk pengasuhan yang baik. Menyikapi situasi ini, SID kemudian telah mengembangkan modul pengasuhan, sekaligus melatih fasilitator lokal yang merupakan anggota Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten. Fasilitator kabupaten adalah perwakilan dari instansi terkait, seperti dinas kesehatan, pendidikan, DP3AP2KB dan beberapa instansi lainnya. Para fasilitator terlatih ini kemudian yang memfasilitasi pelatihan terapan di tingkat kecamatan. Pelaksanaan pelatihan terapan pengasuhan ini diikuti oleh perwakilan dari Bidan desa, kader Posyandu, kader BKB, dan juga tutor PAUD yang berasal dari 13 desa dampingan SID di Sumba Barat Daya. Selama 4 hari, peserta dipandu untuk belajar tentang posisi pengasuhan dalam program PAUD HI dan pengertian pengasuhan. Tidak hanya itu, peserta juga belajar memahami komponen dan manfaat pengasuhan, orang tua sebagai pembelajar dalam pengasuhan, peran diri dalam keluarga, termasuk faktor yg mempengaruhi pengasuhan. Terdapat sesi menarik tentang mengenali kebutuhan anak, seperti, aspek pengelompokan usia dan tahapan tumbuh kembang anak 0-6 tahun. Mereka juga belajar tentang pengenalan anak berkebutuhan khusus, perlindungan dan kesejahteraan AUD, konsep tumbuh kembang, ciri-ciri dan prinsip tumbuh kembang. Hal menarik lainnya yang juga dipelajari oleh para peserta adalah bagaimana membangun tujuan berdasarkan kebutuhan anak dan orang tua, Praktik Pengasuhan di rumah, membangun hubungan dan komunikasi efektif, kesehatan, perawatan dan gizi di rumah, kebersihan lingkungan, termasuk stimulasi AUD di rumah. Pada hari terakhir, peserta dibimbing untuk terampil mengelola sesi pengasuhan bagi orang tua di pusat layanan AUD melalui kegiatan simulasi. Mama Margareta ketika berbagi kesan dan pesan, ia mengatakan, “Sekarang ini baru kami paham, ternyata pengasuhan sangat penting, baik di rumah, di posyandu atau di PAUD. Kita punya anak jadi apa nantinya sangat tergantung dari cara kita mengasuh sejak dini. Kami senang dan berterimakasih karena bisa ikut pelatihan ini. Nanti sampai di desa, harus kami terapkan supaya semua orang tua yang antar anaknya ke posyandu dan PAUD harus ikut penyuluhan ini.” SID bekerjasama dengan William dan Lily Foundation, serta yayasan ADARO Bangun Negeri, sementara mendukung pemerintah daerah kabupaten SBD melalui program Revitalisasi PAUD HI. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta akses ke layanan esensial bagi anak usia dini secara terintegrasi. Terdapat 3 kecamatan dan 13 desa yang menjadi wilayah percontohan pengembangan anak usia dini holistik integratif di kabupaten Sumba Barat Daya.

Yuk, Asuh Anak Dengan Benar! Read More »

Kepala Desa Milenial

“Ketika saya dilantik menjadi Kepala Desa pada bulan Oktober yang lalu, salah satu hal yang saya lakukan adalah langsung menaikkan insentif 6 orang Guru dan Pengelola PAUD di desa saya menjadi 1 juta Rupiah per bulan. Saya melihat dan merasakan bagaimana Guru PAUD ini mengajar anak-anak kami dengan susah payah tetapi sering diberi upah yang sangat tidak layak.Saya bahkan mendengar ada yang hanya diupah seratus ribu, atau seratus lima puluh ribu. Bagaimana Guru PAUD ini bisa mengajar anak-anak dengan baik, kalau kebutuhan hidup mereka tidak diperhatikan, padahal PAUD itu adalah miliknya Desa, kewenangan Desa. Saya menantang kepala Desa yang lain untuk memberikan upah yang layak kepada Guru-guru PAUD. Kalau bisa kasih lebih besar dari yang kami berikan.” Demikian ungkapan hati bapak John Adolf, Kepala Desa Pogo Tena, Kecamatan Laura, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan raut wajah besungguh-sungguh. Hal ini diceritakan ketika ketika ia diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimony dalam acara evaluasi tahunan pelaksanaan program PAUD HI di Kabupaten Sumba Barat Daya. Selain menaikan upah para Guru PAUD, Pemerintah Desa juga memberikan bantuan laptop, dan akan menganggarkan bantuan lainnya untuk mendukung semua Lembaga PAUD di desanya. Tentang program ini, William dan Lily Foundation serta Yayasan ADARO Bangun Negeri melalui SID sedang mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya merevitalisasi PAUD HI. Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten yang telah dibentuk, sementara giat melakukan advokasi pembentukan regulasi serta advokasi perencanaan, penganggaran Kabupaten dan Desa untuk mendukung program PAUD HI.

Kepala Desa Milenial Read More »

Simposium Orang Muda

Sumba Integrated Development (SID) didukung oleh ChildFund International in Indonesia menggelar simposium orang muda di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Simposium ini dilakukan guna mengkapasitasi orang muda agar mereka mampu mengembangkan ide-ide kreatif dalam berwirausaha. Adolf Bastian Dawa, salah satu peserta simposium mengapresiasi niat baik SID yang telah memberi ruang bagi orang muda dalam belajar. Adolf mengaku mendapatkan banyak hal setelah belajar bersama SID. “Saya apresiasi niat baik SID yang telah menyediakan ruang belajar bersama ini guna menguatkan kapasitas kami sebagai anak muda,” ucapnya. Ia menyebut dirinya akan mengimplementasikan segala pengetahuan yang diperoleh dari SID. Ia juga mengaku telah memiliki pengalaman yang baru sesudah belajar dan praktek langsung dalam mengolah bahan lokal menjadi makanan yang memiliki nilai pasar yang tinggi. “Kemarin saya belajar bagaimana mengolah bahan lokal menjadi makanan dan minuman yang memiliki nilai jual tinggi. Saya dan kawan-kawan belajar membuat teh celup daun kelor dan sambal maroto di Kelompok usaha Gollu Rada, Desa Oba Rade, Wewe Tengah. Itu pengalaman yang sangat berharga saya peroleh,” sebut Adolf. Ia mengaku bahwa di desanya banyak tanaman horti yang bisa dimanfaatkan dengan mendatangkan keuntungan lebih besar. Salah Satunya tanaman tomat. Ia bermimpi mengolah tanaman tomat menjadi saos khas Kodi. Niat ini menjadi prioritasnya untuk dikerjakan setelah kembali ke desanya. “Apalagi kami sedang guluti pekerjaan sebagai penanam tomat, kalau di Oba Rade ada sambal maroto, maka di kodi ada saos tomat,” tuturnya.

Simposium Orang Muda Read More »

Life Skill Sebagai Bekal Orang Muda Menapaki Dunia Kerja

Kali ini kami mengajak teman-teman untuk berkenalan dengan seorang anak muda dari desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, kabupaten SBD. Ia bernama Rachky Prince Warru Wera, atau biasa di sapa Ricky, berusia 22 tahun. Ricky adalah salah satu duta anak muda dari lembaga SID, mitra ChildFund. Selama bergabung dengan SID ia telah mengikuti beberapa kegiatan pengembangan kapasitas. Nah, pada tanggal 13-17 Desember 2021, ia kembali terpilih untuk mengikuti pelatihan modul life skill yang diselenggarakan oleh SID-Mitra ChildFund International di Indonesia. Awalnya Ricky tidak menyangka, bahwa ia bisa terlibat dalam pelatihan modul life skill ini, karena seluruh peserta yang akan mengikuti pelatihan tersebut harus melalui proses pendaftaran secara online dengan proses seleksi yang kompetitif oleh SID. Tetapi dengan penuh optimis ia mengikuti seluruh proses seleksi dengan baik, dan berhasil terpilih sebagai salah satu perwakilan peserta dari desanya . Dengan raut wajah gembira, Ricky mengatakan, “Saya sangat senang pada saat staf SID menghubungi saya melalui telepon untuk menginformasikan bahwa saya adalah salah satu yang lolos sebagai peserta pada pelatihan modul life skill. Saya tidak menyangka dapat terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut.” Ia sempat berpikir bahwa kegiatan ini mungkin biasa-biasa saja, sama seperti pelatihan lain yang pernah ia ikuti. Namun pada saat proses pelatihan berlangsung, sesi demi sesi yang dilalui ternyata sangat menarik dan terasa sangat bermanfaat bagi dirinya. Ada 19 topik atau materi yang diajarkan kepada para peserta dan semuanya sangat bagus sebagai bekal dan pengetahuan untuk meniti karir dalam dunia kerja. “Ada satu materi yang menurut saya itu bagus dan saya bisa terapkan dalam kehidupan saya sehari-hari yaitu tentang literasi keuangan. Dijelaskan bahwa bagaimana dari penghasilan yang saya dapatkan itu, saya harus menabung. Misalnya saya mempunyai penghasilan satu juta, saya harus menyisipkan penghasilan itu ke tabungan baru saya bisa membelanjakan sisanya. Lalu bagaimana saya bisa berinvestasi. Dari tabungan-tabungan itu bisa kita beli tanah atau poperti lainnya. Hasil dari investasi tersebut baru kita bisa beli atau kredit motor, mobil, rumah. Kami juga diajarkan bagaimana membedakan yang menjadi kebutuhan kita dan mana yang menjadi keinginan.” Dalam kesehariannya, Ricky menekuni usaha di bidang jasa pemasangan plafon rumah. Sebelumnya ia pernah bekerja dalam bidang usaha penjualan jasa (bisnis digital) di kota Kupang, namun karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung usahanya, mengharuskan Ricky kembali ke desanya untuk memulai usaha baru. Ricky adalah salah satu peserta yang memiliki kemampuan yang baik. Ia termasuk sangat cepat memahami materi yang disampikan oleh para fasilitator. Hal tersebut terlihat dari caranya merespons setiap materi yang disampaikan termasuk saat berinteraksi dalam berbagai sesi diskusi, tanya jawab dan tugas-tugas kelompok yang diberikan oleh fasilitator. “Saya sangat bersyukur karena para Fasilitator telah memberikan materi-materi yang sangat bagus, dan saya kedepannya akan terus menekuni usaha jasa pemasangan plafon rumah. Dari hasil jasa pemasangan plafon tersebut saya akan sisipkan dalam bentuk tabungan dan berinvestasi. Saya juga akan gunakan materi-materi yang saya dapatkan selama lima hari tersebut dengan baik. Terima kasih kepada lembaga SID yang telah mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini dan kedepannya semoga terus memberdayakan orang-orang muda, agar orang-orang muda yang menjadi tulang punggung bangsa ini boleh menjadi orang-orang muda yang terus berinovasi, terus maju dan terus melakukan perubahan-perubahan yang signifikan.” Tentang program ini, ChildFund International in Indonesia melalui SID sedang mengembangkan program pengembangan Life Skill dan Wirausaha bagi orang muda di 18 Desa Dampingan yang tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan para anak muda pada rentang usia 18 hingga 24 tahun untuk masuk dalam dunia kerja.

Life Skill Sebagai Bekal Orang Muda Menapaki Dunia Kerja Read More »

Tujuh Orang Muda SID Berlatih Ketrampilan Teknis Otomotif

SID bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja Don Bosco, Kabupaten Sumba Barat Daya, melatih tujuh orang muda yang berasal dari desa dampingan SID agar memiliki ketrampilan teknis di bidang otomotif. Selama dua bulan mereka akan dibimbing secara teknis oleh para pelatih di BLK, kemudian mereka akan masuk dalam proses magang kerja selama dua bulan. BLK Don Bosko dan SID juga mendorong peran orang tua dalam mendukung program pelatihan ini. Hal tersebut dilakukan pada hari pertama pelaksanaan pelatihan serta pengenalan lembaga yang dihadiri oleh orang tua dan anak-anak peserta pelatihan. Selain pelatihan teknis otomotif, SID juga membekali peserta pelatihan dengan ketrampilan kecakapan hidup dan kesiapan kerja (soft skill). Program kecakapan hidup, kesiapan kerja dan wirausaha bagi orang muda ini dikembangkan oleh SID bekerjasama dengan ChildFund International in Indonesia.

Tujuh Orang Muda SID Berlatih Ketrampilan Teknis Otomotif Read More »

Kajian Risiko Bencana Secara Partisiatif Oleh Anak-Anak

Pandemi Covid-19, Badai Siklon Tropis “Seroja” serta Gempa Bumi adalah tiga jenis bencana yang dampaknya sangat dirasakan oleh anak-anak. Hal tersebut terungkap saat dilakukan kajian risiko bencana secara partisipatif bersama 25 anak di Desa Patawang dan 25 anak di Desa Matawai Atu, Kabupaten Sumba Timur. Mereka mengatakan bahwa ketiga bencana tersebut sangat jelas teringat dalam benak mereka hingga saat ini. Mereka dapat menceritakan dengan baik apa saja faktor-faktor perusak dari setiap ancaman, tanda-tanda yang menyertainya, serta respons yang dilakukan saat bencana tersebut terjadi. Anak-anak peserta diskusi juga dapat menganalisa dan menjelaskan dengan baik mana saja ancaman yang bisa dihilangkan, dihindari atau dimitigasi (H2M). Terungkap juga melalui kajian yang dilakukan bahwa informasi terkait bencana yang diperoleh anak-anak di desa masih sangat minim. Kajian risiko bencana ini difasilitasi oleh anak muda anggota Forum Orang Muda desa patawang dan Matawai Atu yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh SID. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat yang melibatkan anak-anak sebagai salah satu kelompok rentan dalam bidang pengurangan risiko bencana yang sedang dikembangkan oleh SID bekerjasama dengan ChildFund International in Indonesia.

Kajian Risiko Bencana Secara Partisiatif Oleh Anak-Anak Read More »

SID Latih Kelompok Perempuan Tentang Teknis Wirausaha

Para peserta yang mayoritas adalah kaum perempuan belajar dan melakukan praktik teknis wirausaha, mulai dari visioning, canvassing, manejemen keuangan, hingga strategi pemasaran. Selama lima hari mereka dibimbing oleh trainers dari SID untuk merancang perencanaan usaha serta strategi pemasaran dari produk yang mereka miliki. IOM, melalui SID sedang mengembangkan program reintegrasi berbasis masyarakat untuk mendukung 20 orang terpilih dari Desa Bukambero dan Desa Wee Wella, Kabupaten Sumba Barat Daya agar menjadi agen perubahan dalam mencegah TIP/TPPO. Ibu Kristina warga desa Wee Wella, Sumba Barat Daya adalah pemilik usaha kios yang disupport oleh SID dan IOM, melalui program Reintegrasi Berbasis Masyarakat (CBR). Menurutnya, ia memperoleh lima manfaat utama ketika bergabung dalam program CBR yakni, Pengetahuan teknis wirausaha yang mencakup teknik pemilihan usaha potensial, perencanaan usaha/BMC, dan strategi pemasaran,  Manajemen keuangan keluarga dan keuangan usaha, Pendampingan berkelanjutan,  Provisional in-kind Support, dan cara untuk menjadi agen perubahan untuk pencegahan TPPO dan PMI non prosedural.

SID Latih Kelompok Perempuan Tentang Teknis Wirausaha Read More »