Sumba Integrated Development

sidsumba

Delsi dan Mimpinya Bersama Karang Taruna Desa Homba Karipit

SID memfasilitasi anak muda di desa untuk melakukan advocasi pembentukan forum orang muda atau karang taruna di 9 desa dampingan antara lain desa Mali iha, Hohawungo, Hombakaripit, Wailabubur di kabupaten Sumba Barat Daya, desa Praipaha, Praihamboli, Tanatuku, Makaminggit dan Praikarang di kabupaten Sumba Timur. Antusias anak muda dari desa-desa tersebut sangat besar sehingga pembentukan karang taruna berjalan lancar dan didukung oleh seluruh pemerintah desa. Kesadaran akan pentingnya organisasi orang muda sebagai penyalur aspirasi dan wadah partisipasi orang muda mulai tumbuh dalam diri anak -anak muda dampingan SID. Delsiana Holo salah satu duta anak SID yang menjadi pengurus Karang Taruna  Desa Homba Karipit merasakan manfaat dan perubahan signifikan setelah bergabung dan mengikuti berapa kegiatan pengembangan kapasitas yang dilakukan oleh SID bagi anak muda yang ada di desanya. Sambil sesekali mengerutkan dahi untuk mengingat-ingat kegiatan yang pernah diikutinya, kemudian ia menceritakan, “Beberapa waktu terakhir ini saya banyak kali mengikuti beberapa pertemuan dalam rangka pembentukan organisasi karang taruna di desa yang di fasilitasi oleh Staf SID, awalnya menurut saya organisasi tersebut tidak penting bagi saya, namun setelah saya diajak di beberapa sesi pertemuan maka saya baru sadar bahwa organisasi tersebut sangat penting bagi para pemuda di desa termaksud saya. Karena dengan adanya organisasi karang taruna, para pemuda bisa mengeksplorasi seluruh potensi yang ada pada diri pemuda termasuk bagaimana pemuda bisa terlibat dalam proses pembangunan desa. Setelah saya mengikuti beberapa pertemuan, saya juga di libatkan dalam kepengurusan karang taruna desa Hombakaripit sebagai wakil ketua. Saya dan pengurus karang taruna lainya di bekali dengan pengetahuan tentang organisasi dan hal itu sangat bagus.” SID membekali para pengurus karang taruna dengan kegiatan pengembangan kapasitas pengelolaan organisasi diantaranya pelatihan menejemen organisasi, penyusunan rencana kerja organisasi dan pelatihan life skill lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri para pengurus dalam mengembangkan kegiatan mereka serta mampu berpartisipasi dalam proses perencanaan penganggaran desa. “Saya bersyukur sekali bisa berkesempatan untuk mengikuti pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen organisas serta penyusunan rencana kerja Karang Taruna. Saya sangat  bangga pada SID/ChildFund yang memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan, karena dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut saya mengalami banyak perubahan, seperti bisa membangun relasi dengan orang-orang baru, saya bisa berbicara di depan teman-teman, saya bisa mengembangkan idea tau kreatifitas yang ada dalam diri saya dan juga bisa saling menerima pendapat teman-teman.” Tuturnya sambil tersenyum sumringah. Sebagai pengurus Karang Taruna Delsi sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan, dia sangat cakap dalam menyampaikan pendapat, ide-ide, dan hal-hal menarik lainnnya dengan penuh percaya diri. Saat ini Desi dan pengurus karang taruna lainnya merancang serta mempersiapakan beberapa kegiatan program kerja karang taruna, salah satunya adalah mengembangkan usaha produktif karang taruna di bidang warung makan yang akan dibuka di desa mereka. Wirausaha sosial  tersebut akan mereka kembangkan untuk mendukung kegiatan karang taruna.

Delsi dan Mimpinya Bersama Karang Taruna Desa Homba Karipit Read More »

Dhevi, Semangat Anak Muda Untuk Membangun Desa

Delviana Kapu Endah adalah salah satu duta anak Dampingan SID dari desa Makamenggit, kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur. Remaja putri berusia 18 ini akrab disapa “Dhevi”, saat ini menjabat sebagai bendahara karang taruna desa Makamenggit,  sekaligus fasilitator pendamping kegiatan orang muda di desanya. Ketrampilan dan kepercayaan dirinya terasah setelah beberapa kali mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh SID, antara lain pelatihan kesiapan kerja, wirausaha, advokasi perencanaan dan penganggaran desa, kepemimpinan dan lain-lain. Dalam berapa kesempatan tampil di depan forum diskusi publik, Devi terlihat sangat percaya diri dan bersemangat menyampaikan pandangannya terkait perlindungan anak, partisipasi orang muda dan isu lainnya yang berhubungan dengan hak-hak anak. Ia juga merupakan salah satu anak muda penggerak di desanya yang  memiliki keinginan kuat untuk mendorong  keberpihakan pembangunan desa pada anak dan orang muda. Untuk perencanaan dan penganggaran desa tahun 2022, Devi dan teman-temannya mengusulkan dua program mereka kepada pemerintah desa Makamenggit yaitu pertanian holtikultura dan penguatan kapasitas orang muda untuk mencegah kekerasan pada anak dan perempuan. Dua program tersebut saat ini sudah dibahas hingga tahap musrenbang desa. “Saya sendiri yang mewakili karang taruna mengikuti kegiatan musrenbangdes. Kami usulkan dua program, pertanian holtikultura dan sosialisasi tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak bagi anak muda.” Demikian kata Devi. Besar harapan mereka melalui program ini nantinya mereka dapat memanfaatkan potensi anak muda di desanya untuk mengembangkan wirausaha pertanian serta membantu Kelompok perlindungan Anak yang ada di desanya untuk menciptakan desa yang ramah terhadap anak dan perempuan. Untuk memberikan contoh kepada teman-temannya, menurut Devi saat ini ia sedang mempersiapkan diri membuka usaha  dibidang kulinary. Pengetahuan yang telah ia dapatkan melalui pelatihan wirausaha yang sudah dua kali ia ikuti akan ia praktikkan dalam menjalankan bisnis rumahan tersbut. Dengan senyum khasnya Devi menceritakan bahwa ia dan teman-teman karang taruna sedang melakukan proses persiapan pembukaan satu unit usaha pangkas rambut milik karang taruna yang didukung oleh SID, mitra ChildFund di Indonesia.

Dhevi, Semangat Anak Muda Untuk Membangun Desa Read More »

Berbagi Peran dalam Mengasuh anak

Eni Ipa Hoy adalah seorang ibu muda yang baru berusia 23 tahun merupakan orang tua yang memiliki dua orang anak usia dini yaitu Jelen Tamu Ina, perempuan berusia  4 tahun  dan Eltin Hada Indah juga anak perempuan berusia  dua tahun. Saat ini, Jelen sedang mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini di lembaga PAUD Karunggu,  Desa Pahomba, kecamatan Nggaha Oriangu. Dalam usia yang sangat muda, Rambu Eni demikian ia biasa disapa menuturkan bahwa memiliki dua orang balita cukup merepotkannya.  Setiap hari ia harus mengurus kedua anaknya tanpa ada yang membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.  Namun demikian walau disibukan dengan urusan rumah tangga, ia tetap meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pengasuhan responsif dan Kelompok bermain keluarga yang di selenggarakan di Lembaga PAUD. Menurutnya pengetahuan tentang pengasuhan sangat bermanfaat baginya untuk mengasuh anaknya dengan benar dan tepat.  Semuanya dapat ia lakukan dengan sabar dan penuh kasih sayang.  Ia pun secara perlahan mulai mencoba mengajak suaminya agar mau berbagi peran dalam mengurus rumah tangganya terutama dalam mengasuh kedua anaknya yang masih kecil.  Awalnya suaminya merasa keberatan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan mencuci. Namun setelah ia mengikuti sesi pengasuhan terutama dalam sesi pernikahan dan pembagian  peran orangtua  dalam keluarga, memampukannya mempengaruhi suaminya sehingga saat ini pola pikir suaminya berubah. Suaminya sudah ikut mengurusi anak-anak apabila dia ke kebun, termasuk memasak dan mengerjakan hal-hal yang dapat dikerjakan.  Rambu Eni juga mengungkapkan saat ini ia tidak lagi mengurus sendiri kedua anaknya. Rambu Eny menuturkan bahwa perubahan yang paling ia rasakan setelah mengikuti sesi sesi pengasuhan yaitu pola asuh anak yang selama ini ia abaikan. Pengetahuan yang diperoleh  telah menyadarkannya bahwa mengasuh harus dilakukan secara baik dan benar. Mengasuh anak harus dengan penuh perhatian,  kasih sayang dan sabar tanpa kekerasan.  Perhatian sebagai orang tua untuk mendukung  tumbuh kembang terutama pemenuhan Gizi dan Stimulasi menjadi hal yang utama bagi dirinya. Ketika ditanya tentang perkembangan anaknya setelah megikuti kegiatan PAUD, Rambu Eni spontan menjelaskan bahwa anaknya Jelen rajin mengikuti kegiatan PAUD dan Kelompok bermain keluarga.  Sebelum  mengikuti PAUD dan KBK Jelen termasuk anak yang sangat  pemalu,  tidak berani berbaur bersama teman sebanyanya.  Namun setelah mengikuti PAUD dan KBK ia menjadi berani, senang bermain bersama teman-temannnya sabanyanya. “Saat ini ia sudah percaya diri,  berani tampil, dapat  mengenal warna,  huruf dan angka ,   tidak malu malu untuk tampil di depan kelas.”  Ungkapnya dengan anda gembira. Di akhir ceritera ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada fasilitator dan pendidik PAUD  yang selama ini memberikan banyak pengetahuan tentang mengasuh anak, dan membimbing anaknya sehingga anaknya boleh tumbuh dan berkembang secara optimal. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada SID dan ChildFund yang telah mendukung program pengasuhan dan PAUD di desanya sehingga mereka memperoleh pengetahuan yang baik dan anak-anak mereka tepenuhi haknya untuk betumbuh dan berkembang.  

Berbagi Peran dalam Mengasuh anak Read More »

Akte Kelahiran dan KIA Dalam Program 100 hari Kerja Pertama Kepala Desa Makamenggit

Namanya Elia Ndamu Yilu, SE. Pria berusia 42 tahun adalah seorang Kepala desa yang baru terpilih untuk memimpin desa Makameggit, kecamatan Nggaha Ori angu, Kabupaten Sumba Timur. Menurutnya ia dan beberapa teman kepala desa terpilih lainnya baru saja dilantik pada tanggal 22 Januari 2021 oleh  Bupati Sumba Timur. Kepala desa ini merupakan ayah dari 4 orang anak yang biasa disapa oleh masyarakat setempat dengan sebutan “bapa Misel”, karena anak sulungnya bernama Misel. Disela-sela kegiatan sosialisasi pembuatan Akta kelahiran dan KIA yang diikuti oleh 78 perwakilan pemerintah Kecamatan Nggaha Ori Angu dan  perwakilan dari 12 desa, Kepala Desa terpilih ini mengatakan bahwa, ia secara pribadi merasa bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Karena akhirnya ia dan seluruh peserta yang hadir dapat mengetahui bagaimana proses pengajuan dan pembuatan dokumen kependudukan bagi anak-anak dan masyarakat. Dengan raut wajah gembira ia berkata, “saya bersyukur mendapatkan sosialisasi terkait cara pembuatan Akta kelahiran dan KIA, karena saya baru saja dilantik sebagai kepala desa Makamenggit. Pegetahuan serta pengalaman saya dalam mengurus akta kelahiran dan KIA masih sangat minim. Dengan saya ikut dalam kegiatan sosialisasi ini, saya dapat memahami proses pemberian Akta Kelahiran dan KIA bagi anak-anak. Apalagi narasumbernya langsung dari Disdukcapil sehingga informasi yang disampaikan sangat jelas.” Ia juga mengatakan bahwa sebagai kepala desa terpilih, salah satu  program kerja yang akan dilakukan dalam 100 hari pertama  adalah pemberian Akta Kelahiran dan KIA bagi 403 anak di desa Makamenggit yang belum memiliki akta kelahiran dan KIA. Ia mengatakan bahwa pemerintah desa dibawah kepemimpinannya sangat optimis target tersebut dapat tercapai dengan adanya kerjasama lintas Stakeholder terkait seperti kader Posyandu, Fasilitator pengasuhan responsif, Pendidik PAUD, dan sekolah-sekolah yang ada di Desa Makamenggit. Sehingga proses pembuatan Akta Kelahiran dan KIA dapat dilakukan tidak hanya melalui kantor desa tetapi juga dapat melalui Posyandu, PAUD, dan Sekolah.

Akte Kelahiran dan KIA Dalam Program 100 hari Kerja Pertama Kepala Desa Makamenggit Read More »

Bunda PAUD Dukung Pemberian Akta Lahir dan KIA

Deth Dambung adalah Bunda PAUD kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya. “Saya berharap sosialisasi tentang Akta kelahiran dan KIA hari ini dapat membuka wawasan kita akan pentingnya akta kelahiran dan KIA  sebagai bentuk dukungan kita dalam pemenuhan hak Hak Anak. Jangan saat ada bantuan dari pemerintah baru orangtua anak sibuk membuat akta kelahiran dan KIA untuk anaknya ”. Demikian penjelasan ibu Deth, ketika ditanyakan pendapatnya tentang upaya pemberian Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Dengan wajah sedih ia mengemukakan kerihatinannnya tentang  masih banyaknya  anak-anak di kecamatan Kodi Utara yang belum memiliki  Akta Kelahiran dan KIA. Ia mengatakan, sebagai Bunda PAUD Kecamatan Kodi Utara  sangat  prihatin dengan situasi anak-anak yang belum terpanuhi haknya untuk mendapatkan akta kelahiran dan KIA. Masih banyak orang tua anak yang tidak peduli akan hal ini, padahal kedepannya kepemilikan akta kelahiran dan KIA ini sangat penting. Ia juga mengatakan bahwa ia sangat mendukung apa yang sudah dilakukan oleh SID dan ChildFund bersama Disdukcapil, dengan melakukan sosialisasi tentang tatacara pembuatan Akte Kelahiran bagi para aparat Desa dan kecamatan di Kodi Utara. Ia pun berharap dengan adanya sosialisasi terkait Akta kelahiran membantu pemerintah desa untuk memfasilitasi orangtua anak dalam proses pembuatan akta kelahiran sehingga tidak adalagi anak anak di kecamatan Kodi utara yang tidak memiliki Akta Kelahiran. “Orangtua anak hanya lebih mementingkan urusan adat daripada bagaimana hak hak anak di penuhi.” Demikian ucapnya dengan nada sedikit kesal. Selama ini pemerintah desa  berpikir bahwa syarat syarat pembuatan akta kelahiran  cukup sulit di proses. ternyata setelah mereka mengikuti sosialisasi bahwa kesulitan tersebut bisa terjawab dengan adanya Format (Surat pernyataan tanggungjawab mutlak  kebenaran data kelahiran  dan Surat Pernyataantanggung jawab mutlak kebenaran sebagai pasangan suami istri  (SPTJM). Melalui sosialisasi tersebut ia mengaku bahwa ia banyak  mendapat pengetahuan terkait proses pembuatan akta kelahiran dan KIA sehingga sebagai bunda PAUD kecamatan ia dapat melakukan sosilisasi di Posyandu, di Lembaga PAUD, atau melalui pertemuan pertemuan PKK Kecamatan.

Bunda PAUD Dukung Pemberian Akta Lahir dan KIA Read More »

Pengasuhan Merubah Sang Fasilitator

“Ketika sebuah puisi dibacakan oleh fasiltator yang berjudul “anakmu bukanlah anakmu” saya merasa sedih sekali, saya menyesal karena saya selalu emosi dengan anak saya, tidak merawat dia dengan benar dan tepat. Setelah saya mengikuti pelatihan ini (ToF Pengasuhan responsif /red.), menyadarkan saya untuk memberikan yang terbaik untuk anak saya dan anak-anak lainnya.” Ibu Mince, demikian ia biasa disapa adalah seorang perempuan berusia 27 tahun merupakan salah satu peserta pelatihan untuk fasilitator yang berasal dari desa Tandulajangga, kecamatan Nggaha Ori Angu, kabupaten Sumba Timur. Saat ini ia sedang memfasilitasi 53 orang tua anak balita melalui dua kelompok pengasuhan yang berbasis PAUD dan Posyandu di desanya. Selama proses pelatihan pengasuhan responsif bagi fasilitator ia merupakan salah satu peserta yang terlihat sangat antusias dan penuh semangat. Jika terdapat hal-hal yang tidak dipahami, ia tidak segan-segan untuk bertanya termasuk sangat aktif dalam kegiatan praktik di kelompok. Dengan wajah gembira ibu Mince mengatakan bahwa ia sangat senang bisa mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas fasilitator pengasuhan baik melalui pelatihan maupun magang dan ia juga gembira mendapatkan pengetahuan baru tentang pengasuhan yang bermanfaat bagi dirinya dan juga orang tua anak yang didampinginya. “Saat saya ditunjuk menjadi fasilitator pengasuhan responsif oleh pemerintah desa Tadulajangga, hati saya mendua antara terima atau tidak kepercayaan yang diberikan karena saya tidak punya pengetahuan tentang Pengasuhan. Benar-benar saya tidak siap. Namun, ketika saya terima surat undangan untuk mengikuti pelatihan pengasuhan responsif yang di laksanakan oleh SID saya senang sekali karena ada harapan di sana akan mendapatkan pengetahuan tentang pengasuhan responsif. Dalam proses tiga hari ternyata ilmu yang saya dapatkan banyak sekali karena Fasilitator menyampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti.” “Harapan saya kepada SID dan ChildFund tetap mendukung kami dalam menjalankan program pengasuhan di desa kami sehingga desa kami menjadi lebih maju, orang tua dan anak-anak menjadi cerdas.” Pungakasnya mengakhiri percakapan kami.

Pengasuhan Merubah Sang Fasilitator Read More »

Kelompok Wirausaha Karang Taruna Desa Belajar Strategi Pemasaran Usaha

SID menyelenggarakan pelatihan Wirausaha lanjutan bagi 25 anggota Karang Taruna dari enam Desa dampingan di Sumba Timur. Selama dua hari mereka belajar tentang strategi pemasaran (Product, Price, Promotion & Place), pembukuan usaha, dan perizinan usaha. Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di desa Praihaboli, kecamatan Nggaha Ori Angu, dirancang khusus untuk memperkuat kelompok usaha orang muda yang sementara berjalan dan baru akan mulai dirintis. SID sementara melakukan program Advokasi kepada pemerintah desa agar memberikan ruang yang lebih luas kepada anak muda. Sebagaimana telah diamanatkan dalam UU Desa untuk terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran desa, pelaksanaan dan pemantauan. Capacity building diberikan juga kepada anak muda di desa-desa agar mereka mau dan mampu untuk berkarya di desa, mengakses potensi desa dan menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dikemas secara efektif sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha yang sedang dan akan dikembangkan. Program ini didukung oleh ChilFund International di Indonesia.

Kelompok Wirausaha Karang Taruna Desa Belajar Strategi Pemasaran Usaha Read More »

Pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI Bagi Guru PAUD

SID memfasilitasi pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI bagi 27 perwakilan Guru PAUD dari 13 Desa di Kabupaten Sumba Barat Daya. Pelatihan tersebut dipandu oleh empat orang Anggota Gugus Tugas PAUDHI “Mata Rammu” dari unsur Staff Dinas Pendidikan yang sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer (TOT) yang juga diselenggarakan oleh SID. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun kapasitas para guru PAUD agar mampu menerapkan proses pembalajaran di PAUD sesuai dengan standart Kurikulum 2013 yang terintegrasi. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat program Pengembangan anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) yang sementara digencarkan oleh Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas PAUDHI “Mata Rammu” SBD. Pelatihan Kurikulum 2013 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan, ia mengatakan bahwa 28 PAUD yg menjadi model PAUDHI untuk kabupaten SBD diharapkan akan menjadi pusat belajar bagi PAUD lainnya, sehingga PAUDHI tidak hanya ada di 13 desa tetapi juga akan dikembangkan di desa-desa lainnya agar tercapai salah satu tujuan dari program Pemerintah Daerah “Tujuh jembatan emas” yaitu desa pintar. Kegiatan pelatihan ini sendiri terselenggara atas kerjasama SID dengan WLF dan yayasan Adaro Bangun Negeri. Generasi Emas SBD harus dibentuk sejak usia dini, karena pada usia itulah pondasi SDM dipersiapkan dan dikokohkan.

Pelatihan Kurikulum 2013 PAUDHI Bagi Guru PAUD Read More »

Putra, Karang Taruna Bukan Hanya Nama

Orang muda yang satu ini adalah pria yang ceria dan humoris. Perawakannnya tidak terlalu tinggi dan sangat aktif dalam kesehariannnya. Dia biasa di sapa Putra atau ada juga yang memanggilnya dengan sebutan Abdi. Ia memiliki nama lengkap Abdiyanto Putra Radjah. Dulunya ia merupakan salah satu duta anak dampingan SID mitra Childfund Internasional, dari Desa Matawai Atu. Putra sangat ramah kepada siapa saja, tanpa memandang latar belakang dan perbedaan setiap orang yang dijumpainya. Dia selalu lebih dahulu berinisiatif untuk menyapa dengan senyuman khasnya. Putra merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai petani yang memiliki pemikiran maju yang berusah berusaha untuk menyekolahkan Putra di perguruan tinggi yang ada di kota Kupang. Selepas kuliah dan memperoleh gelar sarjana, Putra kembali ke Desanya, Matawai Atu dan aktif dalam kelompok pemuda gereja dan kelompok kategorial yang ada di Desa termasuk forum orang muda dampingan Childfund. Karena keaktifannya tersebut, ia terpilih untuk bergabung dalam pemerintahan Desa sebagai Kepala Urusan (KAUR), dan tugas tersebut telah diemban Putra selama dua periode dengan Kepala Desa yang berbeda. Dalam kesehariannya, anak muda bersahaja ini memiliki karisma kepemimpinan yang baik, sehingga orang muda Desa Matawai Atu mempercayakannya untuk memimpin Karang Taruna Desa Matawai Atu. Sejak kepemimpinannya telah beberapa terobosan yang dilakukannya berssama Karang taruna Desa, antara lain penanaman anakan mengrove di sepanjang pesisir pantai Desa Matawai Atu, melibatkan orang muda dalam pembersihan tempat-tempat umum di Desa, termasuk menjadi tim relawan bencana Desa. Putra juga terlibat dalam beberapa kegiatan capacity building yang diselenggarakan oleh SID, antara lain Pelatihan Kepemimpinan, diseminasi dan pembentukan Tim Relawan Bencana Desa. Management organisasi, dan beberapa pelatihan lainnya. Putra mengatakan bahwa semua keberhasilan dan kesuksesannya tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan SID dan Childfund kepada dia dan keluarganya sejak dia masih kecil. Ingatannya tentang awal mula SID masuk dan mendampingi Desa Matawai Atu sangat kuat. Dia masih bisa mengingat dengan jelas saat ia didaftarkan menjadi anak dampingan SID. Saat itu dia masih berumur di bawah 5 tahun. Menurutnya waktu itu belum ada kegiatan PAUD di desanya, sehingga mereka hanya bermain di rumah saja. Dan baru pada saat SID masuk di desanya, dibentuklah kegiatan PAUD sehingga mereka dapat bersekolah di PAUD. “Waktu itu tidak ada PAUD di desa kami. Dan waktu SID masuk, baru ada PAUD, Itu pun belum semua orang tua mau mendukung anaknya berkegiatan di PAUD.” Ucapnya. Masih dengan sangat lancar, Putra melanjutkan cerita. Menurutnya, ada juga kegiatan posyandu didukung oleh SID dengan memberikan makanan tambahan untuk meningkatkan gisi anak balita. program sanitasi lingkungan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat. termasuk pendampingan dari tenaga medis yang kerja sama dengan SID atau saat itu masih disebut Temu Kasih atau CCF. Di bidang pendidikan, ada bantuan alat tulis, pakaian seragam sekolah dan perlengkapan lainnnya. Dan yang sampai sekarang masih ia rasakan adalah program pembuatan rumah sehat yang diperoleh keluarga mereka dari SID. Saat ini rumah tersebut telah diberikan atau diwariskan orang tuanya dan menjadi hak milik dari Putra. Sebagai Ketua Karang Taruna Desa Matawai Atu, Putra memiliki cukup banyak ide program yang dirancang bersama orang muda lainnya. Pengurusnya cukup banyak, dan mayoritas merupakan orang muda potensial yang mau melibatkan diri secara sukarela dalam organisasi ini. Menurut Putra, semua itu terjadi karena pola pendekatan humanis yang ia lakukan terhadap orang muda di desanya, untuk membangun kesadaran mereka akan pentingnya peran orang muda dalam pembangunan desa. Sehingga Karang Taruna yang selama ini hanya hanya “nama” saja dalam Desa mereka, telah berubah menjadi sebuah kelompok orang muda yang memiliki peran penting dan diakui keberadaannya oleh Pemerintah maupun masyarakat Desa. Stigma karang taruna hanya sebagai pelengkap dalam struktur pemerintah desa, telah terbantahkan. “Terima kasih kepada SID dan ChildFund yang telah membantu desa Matawai Atu, khususnya membantu orang muda di desa Matawai Atu, sehingga kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan mampu berbuat untuk kemajuan desa kami.” Demikian kata Putra menutup ceritanya.

Putra, Karang Taruna Bukan Hanya Nama Read More »

Darius, Pemuda pemerhati anak

Akhir pekan ini SID ingin memperkenalkan seorang cowok hebat bernama Darius berasal dari desa Pambota Njara, Sumba Timur. Pemilik nama lengkap Darius Sani Hadambiwa ini adalah salah satu pendamping kegiatan Rumah Kreatif Anak Sabana (RKAS) dan juga Forum Orang Muda di desanya. Ia termasuk anak muda yang sangat aktif dalam beberapa kegiatan organisasi, sebut saja selain menjadi pendamping RKAS dan FOM ia juga terlibat dalam komunitas Gubuk Belajar Sumba, PIK.R dan GenRe. “Jangan biarkan apa yang tidak dapat kamu lakukan mengganggu apa yang dapat kamu lakukan, itu moto hidup saya”, kata Darius. Menurutnya dengan bergabung dan aktif di berbagai kegiatan organisasi tersebut sangat bermanfaat untuk menggali dan mengasah bakat dan minatnya di berbagai bidang. Demikian juga yang dirasakan oleh teman-temannya, mereka dapat berbagi pengalaman dan ketrampilan saat bertemu dan berdiskusi atau melakukan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Sambil tersenyum Darius mengatakan, “salah satu contoh, dengan adanya RKAS ini sangat membantu anak-anak mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka. Banyak hal yang bisa mereka pelajari yang mungkin tidak mereka dapatkan di rumah atau di sekolah mereka”. Untuk menjalankan aktifitas RKAS Darius dan pendamping lainnya diperlengkapi dengan modul Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) yang memuat panduan lengkap untuk mengeksplorasi kemampuan anak-anak dalam bentuk tema-tema menarik dan mudah untuk diimplementasikan. Minggu ini Darius mendampingi anak-anak di RKAS belajar bersama tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah setelah beberapa waktu lalu sukses meyelesaikan pendidikannya di SMA. Dengan penuh semangat ia katakan, “mencoba hal baru adalah cara saya untuk mengenal lebih luas dan mempelajari apa yang belum pernah saya pelajari”. Pemberdayaan anak dan orang muda di daerah pedesaan Sumba adalah program kemitraan SID dengan ChilFund.

Darius, Pemuda pemerhati anak Read More »