Sumba Integrated Development

sidsumba

Kesehatan Generasi Muda Melalui Program Kesehatan Remaja Berbasis Sekolah

SID bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sumba Timur, melaksanakan sosialisasi program kesehatan remaja berbasis sekolah kepada Pendidik dari empat sekolah yang akan menjadi model. Turut hadir, Kepala Dinas PPO dan pengawas pendamping SMAN 1 Nggaha Ori Angu. Mulai tahun 2024, SID dan ChildFund International in Indonesia akan mendukung implementasi program kesehatan remaja berbasis sekolah di wilayah dampingan. Nah, kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk membangun pemahaman dan komitmen bersama antara SID, Dinas PPO, serta sekolah sasaran program. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐩𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐚𝐬𝐢𝐬 𝐬𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧? 𝑷𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉𝒂𝒏 𝑫𝒊𝒏𝒊. Edukasi kesehatan di sekolah dapat membantu remaja memahami pentingnya pola hidup sehat sejak dini, yang berpotensi mencegah penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung di kemudian hari. 𝑷𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑲𝒐𝒈𝒏𝒊𝒕𝒊𝒇 𝒅𝒂𝒏 𝑬𝒎𝒐𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍. Remaja yang sehat secara fisik dan mental lebih mampu berkonsentrasi dan berprestasi di sekolah, yang berdampak pada kesuksesan akademis dan karir di masa depan. 𝑷𝒆𝒎𝒃𝒆𝒏𝒕𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒖𝒎𝒖𝒓 𝑯𝒊𝒅𝒖𝒑. Masa remaja adalah waktu penting untuk mengembangkan kebiasaan yang akan bertahan seumur hidup. Edukasi kesehatan di sekolah memberikan panduan dan motivasi untuk mengadopsi kebiasaan sehat. 𝑲𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑴𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍. Program yang mencakup kesehatan mental dapat membantu remaja mengatasi stres, depresi, dan kecemasan yang sering terjadi selama masa ini, serta mengurangi risiko perilaku berbahaya. 𝐃𝐫. 𝐀𝐧𝐭𝐡𝐨𝐧𝐲 𝐁𝐢𝐠𝐥𝐚𝐧, seorang ahli dalam kesehatan remaja dan psikologi perkembangan, menuturkan: “𝑆𝑐ℎ𝑜𝑜𝑙𝑠 𝑝𝑙𝑎𝑦 𝑎 𝑘𝑒𝑦 𝑟𝑜𝑙𝑒 𝑖𝑛 𝑝𝑟𝑜𝑚𝑜𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑑𝑜𝑙𝑒𝑠𝑐𝑒𝑛𝑡 𝑤𝑒𝑙𝑙-𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔. 𝐵𝑦 𝑎𝑑𝑑𝑟𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑜𝑡ℎ 𝑝ℎ𝑦𝑠𝑖𝑐𝑎𝑙 𝑎𝑛𝑑 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑒𝑎𝑙𝑡ℎ, 𝑠𝑐ℎ𝑜𝑜𝑙-𝑏𝑎𝑠𝑒𝑑 𝑝𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚𝑠 𝑐𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑔𝑛𝑖𝑓𝑖𝑐𝑎𝑛𝑡𝑙𝑦 𝑟𝑒𝑑𝑢𝑐𝑒 𝑡ℎ𝑒 𝑟𝑖𝑠𝑘 𝑜𝑓 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒𝑠 𝑠𝑢𝑐ℎ 𝑎𝑠 𝑠𝑢𝑏𝑠𝑡𝑎𝑛𝑐𝑒 𝑎𝑏𝑢𝑠𝑒 𝑎𝑛𝑑 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑒𝑎𝑙𝑡ℎ 𝑑𝑖𝑠𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟𝑠.”

Kesehatan Generasi Muda Melalui Program Kesehatan Remaja Berbasis Sekolah Read More »

“Qwarterly Meeting” Bertabur Aktor Inspiratif Penggerak Perubahan

Lima staf SID menghadiri qwarterly meeting ChildFund International in Indonesia dan lima lembaga mitra di NTT, guna membahas implementasi program pada kuartal pertama periode Juli hingga September 2024. Kegiatan kali ini bertempat di Sika, Maumere. Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan pemerintah daerah termasuk di dalamnya BAPPEDA dan Dinas sosial provinsi NTT, serta kabupaten yang menjadi lokasi program. Pada kesempatan kali ini, ChildFund memberikan penghargaan kepada 41 orang tokoh inspiratif penggerak perubahan. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat antara lain, fasilitator pengasuhan, pemerhati lingkungan hidup, paralegal perlindungan anak, wirausahawan orang muda, pemimpin muda, dan lainnya. Tentang ChildFund ChildFund International merupakan lembaga pembangunan global berfokus anak yang bekerja di 23 negara untuk menghubungkan anak-anak dengan orang-orang, sumber daya, dan lembaga yang mereka butuhkan untuk tumbuh sehat, terdidik, terampil, dan aman, di rumah, sekolah dan ranah daring. ChildFund International di Indonesia bermitra dengan 14 lembaga pemerhati anak dan beragam pemangku kepentingan untuk mempromosikan perubahan sosial yang berkelanjutan. Pada tahun fiskal 2023 dan 2024, ChildFund International di Indonesia secara langsung telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak dan keluarga di 8 provinsi melalui program dan layanannya.

“Qwarterly Meeting” Bertabur Aktor Inspiratif Penggerak Perubahan Read More »

Menjangkau 5 Juta Anak Dalam 5 Tahun

ChildFund International in Indonesia bersama 14 Lembaga Mitra menetapkan target untuk menjangkau 5 juta anak Indonesia dalam 5 tahun melalui program pemberdayaan dan perlindungan anak. Dengan lebih dari 2,5 juta anak terjangkau hingga 2024, kolaborasi ini semakin optimis bahwa target tersebut akan tercapai. Untuk menuhi sisa target tersebut, ChildFund memfasilitasi 14 mitra kerjanya dalam menyusun rencana kerja tahunan yang telah dilaksanakan pada 29 April hingga 2 Mei 2024. Program Health, Learning, Livelihood, Protection, dan Climate Action akan dikerjakan selama 2 tahun ke depan, dengan fokus pada anak dan orang muda berusia 0 hingga 24 tahun. Dalam kemitraan ini, SID akan mengembangkan program-program tersebut di 13 desa di Sumba Timur. Perencanaan tahunan ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran bersama tentang praktik-praktik baik yang telah dilakukan di seluruh wilayah kerja ChildFund dan Mitra, tidak terkecuali tantangan, dan peluang yang ditemukan selama kurang lebih 3 tahun terakhir fase pertama program. Belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut, berbagai strategi telah dirancang untuk meningkatkan mutu program yang akan dilaksanakan selama 2 tahun ke depan agar semakin berdampak bagi tumbuh-kembang anak.

Menjangkau 5 Juta Anak Dalam 5 Tahun Read More »

Pengasuhan Untuk Mendukung Desa Bebas Stunting

SID bekerjasama dengan Tanoto Foundation, didukung oleh Kantor Staf Presiden Republik Indonesia sementara mendukung pengembangan pemodelan desa bebas stunting (desa Besti) di Kabupaten Sumba Timur. Desa yang terpilih menjadi desa model adalah desa Patawang, di kecamatan Umalulu. Dalam program ini, SID dan Tanoto Foundation memulainya dengan melatih 25 kader posyandu yang dipersiapkan menjadi fasilitator pengasuhan rumah anak sigap. Program pengasuhan yang dijalankan akan melibatkan orang tua Anak Usia Dini dengan pengelompokan peserta berdasarkan usia anak, yaitu kelas pengasuhan 0-6 bulan, 6-12 bulan, 12-24 bulan, dan 24 sampai 36 bulan. Pelatihan dasar pengasuhan ini dilaksanakan selama delapan hari.             “Kami baru tahu bahwa di dalam ASI ada protein dan lemak yang sangat baik untuk bayi,” kata rambu Yuli, koordinator posyandu Retinimbu. Melalui pelatihan tersebut, lima posyandu di desa Patawang, masing-masing telah memiliki struktur pelaksana kegiatan pengasuhan dengan empat fasilitator, ditambah satu orang sebagai koordinator rumah anak sigap.

Pengasuhan Untuk Mendukung Desa Bebas Stunting Read More »

Berbagi Praktik Baik Program Li Marapu Dalam Event Nasional Linking and learning

Sebagai bagaian dari upaya mempromosikan praktik baik tentang program Li Marapu kepada sesama lembaga permerhati isu inklusi dan partisipasi masyarakat sipil di Indonesia, Sumba Integrated Development (SID) telah mengirimkan satu staf dan satu penyuluh pendidikan Marapu untuk mengikuti kegiatan Linking and Learning yang diadakan oleh Pamflet Generasi, mitra Voice Indonesia. Acara ini berlangsung di Denpasar, Bali, selama empat hari mulai dari tanggal 26 hingga 29 Februari. Linking and Learning, sebuah program hibah inovatif oleh VOICE Global, bertujuan untuk mendukung akses pemangku hak terhadap sumber daya produktif, layanan sosial, dan juga untuk mendorong partisipasi politik masyarakat sipil di Indonesia. Sejak dimulainya program ini pada tahun 2018, telah terbentuk jaringan Indonesia Inklusi yang memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar-penerima hibah. Program Voice memfokuskan pada lima kelompok sasaran utama, termasuk orang dengan disabilitas, perempuan yang mengalami eksploitasi dan kekerasan, kelompok rentan berdasarkan usia, kelompok adat dan etnis minoritas, serta minoritas gender dan seksualitas. Pertemuan ini, yang bertema “Merawat Indonesia Inklusi,” memiliki beberapa tujuan penting. Salah satunya adalah mempertemukan pemangku kepentingan dan mitra dalam Pertemuan Stakeholder Linking and Learning 2024, serta mendorong pembentukan forum Community of Stakeholders (CoS). Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menghubungkan para mitra Voice agar dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai pelibatan pemangku kepentingan. Sebanyak 70 peserta dari 30 lembaga penerima hibah turut serta dalam kegiatan ini. Salah satu momen menarik adalah kesempatan bagi lembaga penerima hibah untuk berbagi pengalaman terkait program yang mereka jalankan. Contohnya, Perhimpunan Jiwa Sehat membagikan tentang Art Therapy dan Writing Therapy, sementara IPROTECTNOW membahas Kesejahteraan Perempuan Pembela HAM (PPHAM). Tak ketinggalan, lembaga lain seperti ERAT Yogyakarta dan Sanggar Seroja juga memberikan wawasan yang berharga tentang topik-topik yang relevan. Pada kesempatan ini, Sumba Integrated Development diwakili oleh Ibu Kahi Ata Minya, seorang penerima manfaat dan penyuluh Penghayat Marapu, berbagi pengalaman tentang layanan pendidikan penghayat Marapu di Kabupaten Sumba Timur. Ini merupakan momen berharga untuk belajar dan memperluas wawasan tentang keragaman budaya dan upaya inklusi di Indonesia.  

Berbagi Praktik Baik Program Li Marapu Dalam Event Nasional Linking and learning Read More »

Pengembangan Agroforestri dan Konservasi Mata Air Untuk Atasi Krisis Iklim

Dunia kini dihadapkan pada krisis iklim yang memicu serangkaian bencana terkait cuaca ekstrem di berbagai tempat. Sumba Timur pun tak luput dari dampaknya, terutama bagi masyarakat petani yang mengandalkan mata pencaharian dari pertanian. Selama lima tahun terakhir, mereka mengalami gagal tanam dan gagal panen karena cuaca ekstrem akibat El-nino dan La-nina, serta serangan hama yang menghancurkan tanaman. Situasi ini merusak ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih. Untuk membantu masyarakt di daerah pedesaan yang rentan tersebut, SID dan World Neighbors bekerjasama untuk meningkatkan ketahanan dan ketangguhan masyarakat. Melalui program “INCIDENT”, masyarakat di 5 desa dilibatkan dalam praktik pertanian cerdas iklim dan konservasi sumber daya alam. Pada Februari 2024, SID menyediakan 40.000 anakan pohon untuk 5 desa di Sumba Timur. Tujuannya adalah mendukung pengembangan lahan agroforestri dengan 30.000 pohon, termasuk berbagai jenis seperti gamalina, jati super, mahoni, jambu mente, dan mangga. Sedangkan 10.000 pohon lainnya diperuntukkan untuk konservasi mata air. Upaya penanaman pohon ini tidak hanya mengurangi risiko bencana akibat krisis iklim, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang, sambil mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) melalui penyerapan karbon di hutan dan lahan.

Pengembangan Agroforestri dan Konservasi Mata Air Untuk Atasi Krisis Iklim Read More »

Menghadapi Ancaman Bencana, Masyarakat Desa Lakukan Simulasi Bencana

Sumba Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rentan terhadap berbagai bencana. Berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), teridentifikasi 11 jenis bencana yang mengancam penduduk Kabupaten Sumba Timur. Bencana-bencana tersebut meliputi banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, longsor, gelombang ekstrim dan abrasi, kekeringan, banjir bandang, cuaca ekstrim, epidemi dan wabah penyakit, serta hama belalang. Menyikapi hal ini, Sumba Integrated Development (SID) berkolaborasi dengan World Neighbors melalui program INCIDENT untuk membantu membangun kapasitas masyarakat di lima desa, yaitu Ndapayami, Tandula Jangga, Praipaha, Kambuhapang, dan Matawai Pawali, dalam membentuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Selain membentuk tim, SID juga memberikan pelatihan pengurangan risiko bencana kepada pengurus TSBD, mencakup teknik analisis risiko bencana, penyusunan rencana kontijensi, hingga pelaksanaan simulasi bencana. Simulasi bencana dilakukan selama bulan Desember 2023 hingga Januari 2024 dan disesuaikan dengan ancaman utama di setiap desa, seperti kekeringan, hama belalang, banjir, kebakaran hutan dan lahan, dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaan simulasi, SID dan TSBD melibatkan masyarakat desa, TNI, PMI, Tagana, BPBD, serta pihak lainnya. Pembagian peran dan skenario disusun untuk membantu peserta simulasi memahami peran, tanggung jawab, dan langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi ancaman bencana. Partisipasi antusias masyarakat dalam simulasi ini terlihat jelas. Mereka menyatakan bahwa ini merupakan kegiatan pertama kalinya di desa mereka, yang memberikan wawasan baru tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi situasi bencana. Simulasi juga dianggap sebagai upaya konkret dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa depan.

Menghadapi Ancaman Bencana, Masyarakat Desa Lakukan Simulasi Bencana Read More »

Mimpi Sang Meriam Kecil Akhirnya Terwujud

SID dan ChildFund memulai inisiatif untuk membentuk layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Mbatakapidu, Kabupaten Sumba Timur, sejak tahun 2007. Dalam inisiatif ini, oleh tokoh masyarakat setempat, PAUD tersebut diberi nama “Prai Oda,” sebagai bentuk pengingat bahwa desa ini pernah memiliki sebuah meriam kecil untuk melindungi diri pada masa penjajahan Belanda. Dari segi filosofis, nama “Prai Oda” juga mencerminkan harapan bahwa PAUD ini akan membantu mewujudkan impian anak-anak sejauh dan setinggi mungkin. Ketika pertama kali didirikan, PAUD Prai Oda hanya memiliki sebuah ruangan kecil yang dibangun dengan bantuan SID dan swadaya masyarakat. Namun, pada saat itu, mereka sudah bermimpi bahwa suatu hari nanti PAUD Prai Oda akan berkembang dan memiliki fasilitas yang lebih memadai. Impian tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah 16 tahun menunggu dan berusaha. Pada awal tahun 2024, Pemerintah desa meresmikan dan menyerahkan sebuah gedung seluas 7 meter kali 20 meter, yang dibangun dengan anggaran lebih dari 300 juta. Bangunan ini menjadi salah satu Gedung PAUD terbesar yang pernah dibangun oleh Pemerintah Desa di Sumba Timur. Dalam peristiwa ini, kerjasama kolaboratif dan advokasi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan mereka dalam membangun kesadaran kolektif para pihak terkait pemenuhan hak anak.   Semua ini dilakukan dengan tujuan mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, terlindungi, dan berahklak mulia. Hal ini diungkapkan senada oleh Kepala Desa Mbatakapidu dan Direktur Eksekutif SID dalam acara serah terima gedung. Ibu Kristin, kepala TK Prai Oda, juga tidak bisa menahan air mata bahagia ketika menyampaikan suara hatinya, yang memantik perasaan bahagia bagi semua yang hadir. Kebahagiaan ini bukan hanya karena terwujudnya mimpi bersama, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa kerja keras dan tekad untuk memajukan pendidikan anak-anak usia dini di Desa Mbatakapidu telah membuahkan hasil.

Mimpi Sang Meriam Kecil Akhirnya Terwujud Read More »

Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan

Sumba Integrated Development (SID) memfasilitasi lima desa, termasuk Ndapayami, Tandula Jangga, Praipaha, Kambuhapang, dan Matawai Pawali, dalam pengembangan Peraturan Desa (PERDES) untuk pengurangan risiko bencana dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Setiap desa kini memiliki dua PERDES, salah satunya adalah PERDES Daerah Perlindungan Mata Air (Natural Resource Management). PERDES ini mengatur penanggulangan potensi pengrusakan terhadap habitat biota perairan, kemandirian masyarakat dalam melindungi dan memelihara sumber daya air, serta keadilan pengelolaan sumber daya air untuk generasi saat ini dan masa depan. Telah diterbitkan juga PERDES tentang Tata Kelola Sistem Pemeliharaan Tanaman dan Tataguna Lahan. Dokumen ini mengatur aspek penting seperti sistem pemeliharaan ternak besar dan kecil, pengaturan dan pemanfaatan padang penggembalaan, pengelolaan kegiatan pertanian ramah lingkungan, termasuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan akibat aktivitas beternak dan bertani. Peraturan Desa ini menjadi regulasi krusial bagi masyarakat desa untuk mencegah terjadinya bencana yang dapat menimbulkan kerugian material dan mengancam jiwa. Dengan adanya peraturan ini, tim desa tangguh bencana dan tim kampung Iklim yang telah dibentuk dapat lebih efektif dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana serta perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup di masing-masing desa. Tentang program ini, SID bekerjasama dengan World Neighbors, dengan sumber pendanaan dari USAID, sedang mengembangkan program INCIDENT (Increasing Resilience through Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction in Nusa Tenggara). Program ini mencakup Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana, Praktik Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan, serta Pemulihan Ekonomi Rakyat Pedesaan dan Sistem Pemasaran.

Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan Read More »

24 Petani dari Sumba Timur berguru PCI ke Nagakeo

SID dan World Neighbors kirim 24 petani perwakilan 10 kelompok tani dari lima desa di Sumba Timur ke Nagakeo untuk belajar tentang pertanian cerdas iklim (PCI), desa tangguh bencana (Destana), kampung iklim (Proklim), dan pengembangan usaha mikro. Pada kunjungan belajar tersebut, mereka juga menyempatkan diri berdialog dengan Bupati Nagakeo di rumah jabatan Bupati. Selama enam hari, mereka mengobservasi, berdiskusi, dan praktik langsung tentang pertanian cerdas iklim. Termasuk, pengembangan agroforestri, pertanian hortikultura, juga mengunjungi demplot-demplot yang telah dikembangkan oleh YMTM, salah satu LSM lokal di daerah tersebut. Pada akhirnya, pengalaman praktik baik dan kegagalan yang dilakukan dalam pengembangan pertanian cerdas iklim di Nagakeo, akan menjadi pembelajaran untuk pengembangan program yang sama di Sumba Timur. Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim merupakan gerakan bersama yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Salah satunya melalui pertanian cerdas iklim yang sementara dikerjakan oleh SID dan World Neigbors, didanai oleh USAID.  

24 Petani dari Sumba Timur berguru PCI ke Nagakeo Read More »